Harga Mobil Hybrid Yang Lumayan Mahal Membuat Konsumen Berpikir Ulang Untuk Membelinya

Harga Mobil Hybrid Yang Lumayan Mahal Membuat Konsumen Berpikir Ulang Untuk Membelinya

Download Game Ppsspp – Bagi para pembeli mobil, harga masih menjadi faktor yang paling menentukan. Harga mobil hybrid lebih mahal daripada mobil bahan bakar biasa. Lalu, apakah selisih harga itu bisa menguntungkan Semuanya tergantung selisih harga produksi dan harga jual, penghematan bahan bakar, dan jarak yang dapat ditempuh. Faktor lain yang menentukan dalam kalkulasi ini adalah harga bahan bakar yang cenderung naik. Willi Diez, profesor ekonomi otomotif, memperkirakan pada tahun 2020 harga bensin di Eropa bisa mencapai US$3,7 per liter. Pakar lain juga menganggap sangat mungkin harga listrik juga turut naik. Berdasarkan kalkulasi tersebut dan dengan kondisi teknis sekarang ini, beralih dari mesin bensin ke mesin listrik baru bisa menguntungkan pembeli mobil jika sudah menempuh jarak sekitar 178.500 km.

Untuk mesin diesel keuntungan baru tercapai setelah 270.000 km. Penyebabnya, harga baterai yang sangat mahal. Para pakar memperkirakan, 10 tahun mendatang harga baterai akan turun 50%. Dengan demikian, mobil listrik akan lebih cepat menguntungkan. Selain itu, insentif atau pembebasan pajak juga harus mendukung keberadaan mobil listrik ini. Jadi, bagaimana teknologi mobil masa depan Pasti hadir mobil dengan mesin baru yang lebih ramah lingkungan. Semakin banyak peminatnya akan membuat mobil ini semakin murah Selangkah lebih jauh lagi menuju mobil listrik murni adalah mobil Plug-in Hybrid. Mesin jenis ini sebnarnya merupakan Full Hybrid, tetapi baterainya tidak mendapat listrik dari pemanfaatan kembali energi gerak atau dari mesin bahan bakar. Energi didapat dari sistem pengisian biasa (stop kontak).

Plug-in di sini berarti menghubungkan kabel charger dengan stop kontak di rumah. Dengan begitu, jarak tempuh sangat bergantung pada ukuran baterai yang dimilikinya. Sebagai contoh, Toyota Prius PHEV bisa menempuh jarak hingga 25 km sementara Opel Ampera bisa mencapai 80 km. Mobil Plug-in Hybrid atau dengan Range Extender (mesin bahan bakar berfungsi sebagai pensuplai energi listrik) bisa disebut sebagai hybrid tingkat terakhir sebelum mobil listrik murni yang menggunakan mesin listrik dan baterai benar-benar terwujud. Mobil jenis ini tidak menghasilkan CO2 dan bebas emisi, bila energi listriknya berasal dari sumber-sumber seperti air, angin atau matahari. Namun, jika listriknya berasal dari pembangkit bertenaga batubara atau gas, tetap saja pembangkit tersebut menghasilkan gas buang CO2. Mobil listrik yang dioperasikan dengan tenaga listrik kotor ini secara tidak langsung justru lebih mencemari udara dibanding mobil dengan bahan bakar bensin atau solar yang hemat bahan bakar.

This entry was posted in Tips. Bookmark the permalink. Trackbacks are closed, but you can post a comment.

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*
*